Kajian Islam 5 “Syi’ah, khawarij, dan mu’tazilah”

Syi’ah, khawarij, dan mu’tazilah

Selasa, 20 Oktober 2015

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat, pada kesempatan kali ini, kajian ‘askar bertemakan aliran sesat dengan narasumber Bapak Abdul Hadi. Agama islam di Indonesia memang mayoritas, terutama di daerah Jawa Barat. Sebanyak 230 aliran sesat berada di Jawa Barat. Ada 19 orang di seluruh Indonesia yang mengakui dirinya sebagai nabi, 13 orang diantaranya itu berasal dari Jawa Barat.

Aliran sesat itu terbagi 2 produk, yaitu produk local dan produk interlokal. Produk local contohnya JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Islam Nusantara sedangkan Produk interlokal misalnya Ahmadiyah dan Syi’ah untuk yang ada di Indonesia. Ahmadiyah pada awalnya dibuat oleh Inggris, sedangkan Syi’ah berarti kaum Yahudi yang berbaju/ berkedok Islam. Syi’ah ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Ahlul Bait Indonesia dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait.

Khawarij sendiri penyebarannya melalui cara mengkafirkan semua orang yang mereka anggap tidak sejalan dengan mereka/ dengan ajaran mereka. Sebenarnya, aliran sesat jika ditarik benang merahnya adalah hanya meliputi 2 hal, yaitu urusan makan dan seksual. Kaum syi’ah sendiri membolehkan adanya nikah mut’ah, yang mana nikah kontrak ini dapat dilakukan hanya semalam dengan mahar sekian.

Kaum syi’ah bukanlah orang Islam, karena ibadah yang mereka lakukan berbeda dengan Islam. Diantaranya yang membedakan syi’ah dengan Islam(ahlu sunnah) adalah :

  • Syahadat : kaum syi’ah memiliki syahadat yang berbeda dengan ahlu sunnah, yaitu mereka menambahkan nama Ali sebagai bentuk pemujaannya dan menyebutkan Khulafa’Rasyidin lainnya tidak sah.
  • Adzan : saat mengumandangkan adzan mereka juga menambahkan nama Ali disana
  • Wudhu : cara wudhu orang syi’ah tidak banyak memakai air, mereka hanya mengusap-ngusap bagian kepala dan kaki, muka dan lengan dibasuh tetapi hanya dengan sedikit air saja
  • Sholat : mereka melakukan sholat dengan menggunakan batu kecil yang diletakkan pada bawah, hingga saat mereka sujud batu tersebut menyentuh hidung dan kening mereka. Mereka menyebutnya sebagai turba yang mereka anggap sebagai sajadah mereka.
  • Idul Ghadir : ini adalah perayaan besar kaum Syi’ah. Mereka menamainya sebagai perayaan Asyura atau ibadah berdarah. Pada ritualnya, mereka melukai diri mereka sendiri bahkan anak-anaka mereka atas dasar mengenang meninggalnya Husein anak Ali. Mereka merasa berduka dengan kepergian Husein sehingga dilakukan ritual ini sebagai pengenang Husein.
  • Ibadah haji : mereka membuat ka’bah sendiri di Iran dan melakukan ritual-ritual sendiri sesuai dengan keinginan mereka.

Tabel penyimpangan aliran syi’ah dari ajaran ahlu sunnah

 

Wallahu a’lam.. Wassalamu’alaikum wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: