Kajian Islam 4 “Idul Qurban”

Idul Qurban

Selasa, 20 Oktober 2015

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum wr. wb.

Idul qurban amerupakan momentum umat Islam yang dinantikan setiap tahun, selain idul fitri. Hari besar ini diperingati dengan adanya kegiatan kurban. Momentum ini hendaknya dimaknai lahirnya generasi ismail.

Landasan berpijak untuk memaknai idul qurban ini diantaranya :

  1. Al-Qomar (54) : 17 yang menjelaskan bahwa Al-qur’an beserta kisah yang diceritakan di dalamnya hendak menjadi pelajaran bagi manusia yang mengambil pelajaran.
  2. Maryam (19) : 58 menyebutkan bahwa keluarga Ibrahim dapat menjadi contoh hamba Allah yang diberi nikmat dan kewajiban bagi tiap muslim ialah menunaikan ibadah kepada Allah
  3. Maryam (19) : 54 menyebutkan bahwa hendaknya sejarah kisah ismail diceritakan sebagai petunjuk bagi umat islam
  4. Al-Mu’min (40) : 13
  5. Thahaa (20) : 100-101

Manusia telah diberi potensi berupa aqlun (akal), nafsu, dan qalbu (hati). Potensi ini tidak terlihat secara langsung tetapi dengan adanya potensi ini manusia dimuliakan atas makhluk lainnya. Selaiun itu, manusia pun harus memiliki tujuan hidup yang tertanam di dalam dadanya (tempat bercokolnya ideology) untuk senantiasa beribadah kepada Allah.

Sholat dan bersyukur merupakan salah satu tanda syukur atas nikmat Allah. Seperti pada surat Al-Kautsar yang sering dijadikan pengantar kurban, adanya hokum memberi menerima sebagai bentuk terima kasih dari makhluk kepada penciptanya. “adanya kewajiban mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yang telah Menciptakan dengan berkurban” dimana kata kurban ini berasal dari kata karib yang artinya dekat, maka makhluk senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan mengorbankan apa saja, karena hakikatnya segala sesuatu adalah milik Allah Swt.

Actor penting momentum qurban adalah Ibrahim, ibunda hajar, dan ismail.

Qs. Ibrahim (14) : 35 berisi permohonan Nabi Ibrahim untuk memiliki keturunan, pelanjut risalah.

Qs. 37 : 102 mengisahkan bagaimana kondisi saat Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Ismail, beliau dengan landasan iman tetap mengkomunasikannya dengan Ismail. Sedangkan Ismail sendiri saat menerima perintah tersebut, bersikap sabar. Sabar yang dimaksud disini ialah tetap berkeinginan kuat dan tekun untuk menyampaikan kebenaran dan menasehati.

Qs. Ibrahim (14) : 35,40,41 berisi permohonan diberikan generasi yang ideal.

Sifat-sifat generasi Ismail

  1. Muqorrobin ialah orang-orang yang mengharapkan untuk dekat dengan Allah. Terdapat penjelasannya pada Qs. 34 : 37.
  2. Pemuda yang beriman (aqidah kuat), umur tidak menjadi masalah karena kematangan berhubungan dengan jiwa dan pemikiran.
  3. Hamba Allah yang bersyukur dan sabar. Muslim yang kaffah dalam Qs. Al-Baqoroh : 207-208.
  4. Penyeru kebaikan dan kebenaran Qs. 16 : 125
  5. Membuktikan syukur dengan tholibun ilmi (mencari ilmu) Qs. Ali-Imran : 103.

 

Wallahu a’lam.. Wassalamu’alaikum wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: