Kajian Islam 2 “Diterimakah Sholat Kita ?”

Diterimakah Sholat Kita

Jum’at, 10 April 201520150410_163455

Bismillahirrahmanirrahim. Assalmu’alaikum wr. wb.

Pada hari pukul 16.00 telah dilaksanakan kajian Islam kedua di pelataran Masjid Nurul ‘Ilmi. Pematerian kedua ini diisi oleh Ustadz Iwan Bastiawan, pendiri Milik Hate Institute (pelatihan dan konsultasi membangun pribadi mulia dengan konsep POP M POWER). Tema kajian kedua ini adalah Ibadah. Ibadah yang difokuskan dalam pematerian ini adalah mengenai sholat.

Pematerian dimulai dengan pendahuluan makna ibadah. Suatu ibadah dilakukan dasarnya agar dapat menyelamatkan pelakunya. Awalnya manusia tidak mengetahui apa-apa, padahal sebagai makhluk Allah setiap diri manusia harus memiliki cara, pandangan dan tujuan dalam hidupnya. Maka dari itu Allah mengutus Rasul sebagai pengingat. Diantara manusia tetap saja ada yang mengingkari dan mau mengatur dirinya sendiri, tidak ingat adanya hari akhir dimana segala amal dipertanggungjawabkan.

Sesuatu keinginan akan muncul didasari pada apa yang dilihat dan didengar. Apabila keinginannya hanya sebatas kehidupan duniawi maka akan menjadikannya hubud dunia. Berbeda apabila keinginan tersebut didasari dengan iman, hati akan diterangi oleh nurul latifun (cahaya yang menetap) lalu akan membimbing pikiran untuk menetapkan yang benar. Rukun iman merupakan keyakinan yang dimilki oleh orang-orang beriman yang menjadikannya memiliki keinginan. Keimanannya pada sesuatu yang ghoib, contohnya keimanan kepada Allah sebagi kholiq atau pencipta menjadikannya memiliki keinginan terhadap Allah. Keinginan yang menuntun pada harapan akan diakuinya dirinya dihadapan Allah kelak.

Maka sebagai pembuktian dari  keimanan tersebut ada rukun islam yang wajib dilakukan. Karena sesungguhnya iman ialah yang menetap di dalam hati, dibenarkan lisan dan diamalkan oleh perbuatan. Dalam Qs. Muhammad (47) : 19 disebutkan bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang mutlak disembah. Ilah sendiri adalah yang menentramkan jiwa, memberi perlindungan, yang dirindukan dan dicintai. Dan dalam Qs. Thaha (20) : 14 dinyatakan secara tegas dan jelas sholat akan menjadi dzikir (pengingat) bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang disembah. Maka kewajiban bagi orang-orang yang beriman adalah menyembah Allah dan mengabdikan (mempersembahkan) dirinya hanya kepada-Nya.

Sudah jelas bahwa pelaksanaan ibadah ini dilakukan oleh seorang abid (hamba) kepada Al-ma’bud nya yaitu Allah SWT. Iman yang disadari hati dan jiwa maka akan membawa diri pada perasaan rileks tanpa paksaan. Dalam Qs. An-Nisaa (4) : 103 dinyatakan bahwa orang-orang beriman ialah yang bertauhid, lalu  dipertegas dalam  Qs. At-Taubah (9) : 17 bukanlah orang-orang musyrik yang menduakan. Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu kebaikan apapun yang dapat diperoleh seseorang dari sholatnya kecuali hanya dikerjakan dengan kesadaran “.

Maka indikator hadirnya kesadaran (penjiwaan) dalam pelaksanaan ibadah ini adalah :

  1. Adanya kehadiran hati
  2. Adanya pemahaman yang mendalam
  3. Adanya rasa takzim
  4. Adanya rasa takut yang disertai pengagungan
  5. Adanya rasa pengharapan
  6. Adanya rasa malu

Sedikit demi sedikit akan terbangun kecintaan, kerendahan diri dan rasa tunduk patuh sebagai target dari dilaksanakannya ibadah. Seperti yang telah disebutkan fungsi sholat dalam Qs. Thahaa : 14, akan menghantarkan diri pada target dilaksanakannya ibadah ini. Maka dengan mengabdi hanya kepada Allah, dalam Qs. Ali Imran (3) : 31 disebutkan bahwa orang-orang beriman ialah ornag-orang yang ber-Muhammad Rasulullah. Yaitu orang-orang yang buktinya mencintai Allah dengan mengikuti Rasul-Nya. Karena tauhid tidak hanya menyakini Allah tetapi juga mengikuti kepemimpinan Rasul dalam hal penjabaran dan pelaksanaan kitabullah termasuk beribadah ini. Karena ibadah sendiri berdasar pada Al-Qur’an dan sunnah Rasul agar dapat diterima.

Syarat Sholat :

  1. Islam (Qs. At-Taubah :17)
  2. Berakal sehat (HR. Abu Daud)
  3. Baligh (HR. Abu Daud)
  4. Suci dari hadast (Qs. Al- Maidah :6)
  5. Suci badan, pakaian dan tempat sholat (HR. Bukhari)
  6. Masuk waktu sholat (Qs. An-Nisaa :103)
  7. Menutup aurat (Qs. Al-A’raf : 31) ditambah dengan penyesuaian hukum adat.
  8. Menghadap kiblat (Qs. Al-Baqarah : 144)

Rukun Shalat :

  1. Niat
  2. Membaca takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Ruku’ (Qs. Al-Hajj : 77)
  5. Bangkit dari ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Bangkit dari sujud
  9. Duduk diantara dua sujud
  10. Tuma’ninah ketika ruku’, sujud, berdiri dan duduk
  11. Membaca tasyahud akhir serta duduk
  12. Membaca salam
  13. Melakukan rukun-rukun shalat secara berurutan

Sebesar apapun ibadah tidak diterima kecuali orang-orang yang beriman.

Wallahu ‘alam. Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamua’alaikum wr. wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: