Kajian Islam 1 “Penciptaan Manusia”

Penciptaan Manusia

Kamis ,12 Maret 2015

Pemateri : ust. Ahmad Baequni

Bismillah..

Dalam surat At-Tin Allah bersumpah. Pada ayat pertama Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun, pada ayat kedua Allah bersumpah dengan nama bukit Sina. Manusia adalah seorang insan yang memiliki sifat suka lupa dan berbuat salah. Tetapi Manusia adalah makhluk mulia, maka tidak mungkin Allah, menciptakan manusia dengan cara yang tidak sempurna. Puncak kesempurnaan manusia terletak pada proses penciptaannya.

Manusia adalah makhluk terbaik dan sebagai khalifah di muka bumi ini dikarenakan :

  1. Akal : manusia memiliki kemampuan membaca, berpiki, mesti mencerna apapun tentang dirinya ( QS. 2 : 164/ 3 : 190-191 )
  2. Nafsu : manusia memiliki hawa napsu / cita rasa tinggi dalam nilai-nilai kebaikan, merupakan makhluk yang terkutuk jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik ( QS. Ali-Imran : 14 )
  3. Hati : fitrah seorang manusia terletak pada hatinya. Di dalam dirinyalah mempunyai 2 unsur yang kedua-duanya berjalan dengan sinergis, yaitu sifat ketuhanan (baik) dan sifat kemanusiaannya (lemah) ( QS. 30 : 30 / 7 : 172 )
  4. Tubuh / raga : pada tubuh ini, Allah amat perhatian dengan penciptaan manusia dalam bentuk fisiknya. Ada 4 cara Allah dalam menciptakan manusia, yaitu :
  • Nabi Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Yang asal tanah ini dari bumi, sebelumnya Allah menyuruh malaikat Jibril untuk mengambilkan tanah di bumi namun tidak berhasil karena bumi menolak untuk diambil bagian dari dirinya yang akan dijadikan makhluk yang akan membuat kerusakan di atas perutnya, begitupun dengan malaikat Mikail, masih tidak berhasil membujuk bumi untuk memberikan tanahnya. Hingga akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izroil untuk mengambil tanah di bumi. Dan hasilnya malaikat pencabut nyawa ini bisa mendapatkan tanah tidak hanya berwarna satu macam, tetapi lebih dari ini, dia mengambil warna merah, hitam, coklat, dan sejenisnya. Hingga akhirnya, dengan berbagai tanah tersebut Allah membuatkan sosok makhluk yang dinamakan manusia.
  • Siti Hawa, diciptakan oleh Allah untuk menemani Adam yang sendiri. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam yang diambilNya pada saat Adam tertidur. Oleh karena itu, seorang Adam (laki-laki) harus selalu menasihati Hawa (wanita) dengan cara halus, dengan cara yang dapat menyentuh hatinya, tidak dengan kekerasan.
  • Nabi Isa As, diciptakannya oleh Allah tanpa seorang ayah. Itu artinya, beliau lahir tanpa adanya proses fertilisasi (pembuahan) antara sperma ayah dan sel telur ibunya. Allah memuliakannya dengan cara menaruhkan ruh Isa As pada rahim ibunya, Maryam. Wanita yang begitu suci tidak pernah disentuh laki-laki sekalipun.
  • Proses penciptaan pada manusia biasa melalui pembuahan (fertilisasi) yaitu bertemunya ovum dan sperma dari orang tuanya, Allah menciptakan manusia dari saripati tanah (ada proses pembelahan sel). Hasil dari pembuahan ini adalah terbentuknya zigot yang di simpan di dalam rahim yang Allah ciptakan kuat / kokoh. Dari sinilah peran seorang ibu sangat berpengaruh bagi anaknya kelak. Biasanya baik atau buruknya seorang anak dilihat dari bagaimana cara ibunya mengajarkan segala hal padanya. Anak-anak hebat banyak dipengaruhi karena ibunya, walaupun dia sudah tidak punya ayah. Anak yang ditinggal ayahnya dan hidup dengan ibu, itu bisa menjadikan mereka anak-anak yang hebat ketimbang anak yang hidup dengan ayah tanpa ibunya. Contohnya , Nabi Muhammad SAW, Imam Syafi’i, dan masih banyak lagi anak-anak sukses lainnya yang diajari hanya dengan seorang ibu. Sedangkan Anak nabi Nuh, yang tabiatnya diajari oleh ibunya yang kafir saat diajak nabi Nuh untuk menaiki perahunya dia tidak mau, dia berpikir bahwa bukit yang tinggi bisa menyelamatkannya dari banjir bah pada waktu itu. Itu karena ajaran dari ibunya. Pada intinya, seorang ibu sangat mempengaruhi sifat anak-anaknya kini maupun kelak nanti. Tak heran letak surga memang dibawah kaki ibu.

Proses penciptaan manusia ada dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14, yang intinya manusia diciptakan saripati tanah yang berasal dari tanah kemudian Allah jadikan air mani yang disimpan melekat di dalam rahim, kemudian sesuatu yang melekat itu dijadikan segumpal daging kemudian segumpal daging dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang dibungkus dengan daging. Dan kemudian Allah menjadikannnya makhluk yang berbentuk lain.

Manusia pada saat berusia 4 bulan di dalam rahim ibunya, Allah sudah menggariskan takdir padanya.

  1. Penetapan jenis kelamin sudah Allah berikan pada usia ini
  2. Bagaimana suka dan dukanya
  3. Bagaimana rezekinya ( Allah menetapkan dalam bentuk peluang. Artinya “ Man Jadda wa Jadda” yangintinya setiap peluang ini berbanding lurus dengan kesungguhannya dalam berkehidupan)
  4. Siapa jodohnya ( Allah pun menetapkannya bersifat peluang. Semua sebanding dengan karakter manusia itu sendiri. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya)
  5. Kapan ajal/kematiannya ( dimana dan kapan kita mati adalah pilihan kita, dalam keadaan beriman atau tidak

Allah menempatkan manusia dalam suatu perjuangan antara fisik dan batin, sampai akhir

manusia ditugaskan untuk menegakkan hokum Allah di muka bumi ini.

Wallahu a’lam ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: