Huru-Hara Hari Kiamat

   Allah SWT berfirman dalam QS. Al-araf ayat 187 :
“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raaf: 187).

   Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh malaikat Jibril tentang datangnya kiamat, Jibril berkata “Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi kiamat?” kemudian nabi Muhammad menjawab : “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya “.
  
 Meskipun waktu terjadinya kiamat tidak ada satupun orang yang mengetahui, tetapi Allah memberitahukan kepada kita umatNya namun tanda-tanda itu Allah beritahukan agar kita mempersiapkan diri menghadapi hari akhir nanti. Tanda-tanda kiamat itu sesungguhnya telah Allah perlihatkan, namun sepertinya kita sebagai manusia terlalu lalai sehingga tidak menyadarinya, Wallahu’alam.
   
Apa saja tanda-tanda kiamat itu ? Nabi Muhammad SAW bersabda :
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah berbuat baik sebelum datangnya enam perkara: Dajjal, dukhan, binatang bumi, terbitnya matahari dari barat, Kiamat dan kematian salah seorang dari kalian.” (HR. Muslim).
Semoga kita termasuk hambaNya yang menyadari akan datangnya tanda-tanda kiamat tersebut agar kita berfikir dan semakin memperbaiki diri.
   
Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ’anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”.  (QS . Lugman : 33)

”(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. ”(QS Al-Hajj :2).
   
Semoga kita menjadi umat yang beriman terhadap ketentuanNya agar kita menjadi was-was dan paham akang maksudnya kita diciptakan adalah untuk beribadah kepadaNya. Setelah hari kiamat akan dilalui hari-hari yang disebut hari akhir, dimana pada hari itu amal perbuatan kita akan menjadi saksi apa saja hal yang telah kita lakukan di dunia yang fana ini. Semoga kita terus memperbaiki diri agar saat tiba hari itu kita insyaAllah termasuk umatNya yang menerima syafaat dan pertolonganNya. Karena tidaklah seorang hamba dapat masuk ke syurgaNya kecuali karena rahmat Allah SWT. Amiin
   

Kajian ‘Askar
bersama ustad Rahmat Baequni
ditulis olrh Aya Sofa (Bio12)
19 Maret 2014

Galeri -> kunjungi Facebook ‘Askariyyun BioUnpad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: