Cerita dibalik Bencana Alam

Jika Allah menghendaki segala sesuatu untuk terjadi pada diri kita, percayalah, bahwa pengetahuan Allah itu meliputi langit dan bumi, sehingga apapun takdirnya itu adalah yang terbaik dari Allah.
Bencana, peristiwa yang kerap kali melanda negeri ini, harusnya membuat kita berfikir dan berintropeksi diri. Dalam firmanNya dalam surah Al-A’raaf ayat 96, menyebutkan, “dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti ‘Kami’ akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka medustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan”. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kenyataan yang terjadi sekarang ini adalah kebalikannya.

Bencana yang tejadi telah membuktikan bahwa kita ini kecil dan tidak berdaya Manusia, walaupun telah dianugerahi Allah kekuatan dan akal untuk mengelola alam, tetaplah makluk yang rapuh hatinya dan lemah tubuhnya. Maka jika kita berada di dalam situasi sulit, jangan lupa untuk meminta kepada Allah dan memohon pertolonganNya.

Mengapa bisa ada kesamaan kejadian dengan isi pada Al-Qur’an?
Allah itu Maha Kuasa, dan Allah telah menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah petunjuk untuk hidup kita. Jadi, apapun yang terjadi di dunia ini, Allah sudah memberikan kita ‘manual Book’ supaya kita mengikuti dan melakukan cara yang benar. Untuk itu, di setiap langkah kita, jangan lupa untuk berinteraksi dengan Al-Quran.

Lalu, apakah yang harus kita lakukan supaya kita berada dalam lindungan Allah?
Berimanlah dengan iman yang baik dan bertaqwalah. Jangan lupa untuk terus menjaga alam ini. Bagi orang yang sedang tertimpa musibah, bersabarlah, ambil hikmah yang sebanyak-banyaknya dan melakukan perbaikan. Dan bagi orang yang tidak tertimpa musibah, bersyukurlah, bantulah orang yang sedang dalam kesulitan, juga ambil hikmah sebanyak-banyaknya

Simpulannya, Bencana itu sangat mungkin terjadi, dimana saja, pada siapa saja, dan dengan cara apa saja. Untuk dapat terhindar darinya, alangkah baiknya jika kita selalu dalam kebaikan. Kalaupun tertimpa, bersabarlah dan bangkitlah untuk memperbaiki keadaan, karena terkadang, kepahitan itu lebih baik bagi kita, ketimbang kenikmatan/ kesenangan.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik untukmu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik untukmu. Allah Maha mengetahui, dan kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah :216)

Wallahu’alam..
Sumber : Kajian Islam Askar I bersama Kang Rendi Ermansyah (dengan sedikit tambahan dari redaksi)

Foto kegiatan:

IMG_2280

IMG_2282

IMG_2283

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: