DIA lah Sang Kholiq

bacalah!

Artinya: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah. (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis) (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Iqra’ sebenarnya berasal dari kata intransitif yaitu qara’a. Kata intransitive adalah kata yang harus memiliki objek yang jelas. Objek membaca dalam surah ini adalah ayat-ayat Allah. Dalam ayat-ayat Al-Qur’an kita dapat menyimpulkan bahwa Allah Maha Mulia. Secara umum ketika kita membaca apapun kita harus mengambil kesimpulan untuk mengambil sikap. Ketika kita mengambil kesimpulan bahwa Allah Maha Mulia maka kita akan mengetahui cara kita bersikap kepada Allah.
Namun mengapa masih banyak orang yang menyangkal akan Keesaan Allah? Itu karena kecenderungan mengikuti orang lain atau memang sudah menjadi agama yang turu- temurun dan dapat pula didasari kepentingan kelompok atau individu. Netralisasi akal akan hilang sehingga kesadaran bahwa Allah itu ada menjadi hilang. Contohnya ketika fira’un berkuasa dan diberi kenikmatan lebih oleh Allah ia menjadi sombong dan menganggap dirinya adalah Tuhan padahal ia sendiri diciptakan oleh Allah.
Dalam Al-qur’an kita dapat mengetahui sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna. Salah satu sifat Allah adalah Maha Pencipta. Alam semesta yang luas ini diciptakan pula oleh pencipta kita dengan seimbang. Bahkan bumi yang dalam alam semesta hanya berupa butiran debu telah diciptakan dengan seimbang oleh Allah. Semua makhluk hidup bahkan benda matipun memiliki peran masing-masing di bumi ini.

Dalam ayat-ayat Al-qur’an juga dijelaskan akan keseimbangan alam diantaranya:
“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.” (QS Al-Mulk:1-4)
“Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al-qomar: 49)
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Ra’d :4)
Ayat-ayat diatas memberikan kita pemahaman akan kebesaran Allah yang terkadang kita lupakan atau acuhkan. Namun Allah selalu memberikan nikmat-Nya, untuk itu hendaknya kita menjaga keseimbangan Allah karena dalam Al-qur’an pun disebutkan manusia adalah khalifah dimuka bumi ini.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: