Karena Wanita sangat Berarti

Wanita diciptakan Allah memiliki tujuan-tujuan yang mulia. Dalam Islam wanita sangat dilindungi dan dimuliakan. Namun beberapa kelompok menganggap Islam mematikan atau membatasi potensi wanita. Dalam Islam wanita dilarang memperlihatkan auratnya pada yang bukan muhrimnya, hal ini untuk mencegah timbulnya syahwat bagi yang melihatnya sehingga mencegah wanita menjadi korban pelecehan seksual. Wanita dilarang keluar rumah malam hari tanpa ditemani muhrim karena ketika malam tindak kejahatan dan setan semakin meningkat.

“wanita adalah tiang negara. Jika ingin menegakkan negara , lindungilah wanita; dan jika ingin menghancurkan negara, hinakanlah wanita.”

Pernyataan diatas dapat diartikan atau dijelaskan dengan  seorang wanita muslimah akan mencetak generasi penerus yang baik pula maka akan muncul bibit-bibit penebar kebaikan di bumi. Namun sebaliknya ketika wanita yang akhlaknya buruk akan menghasilkan generasi yang akhlaknya buruk pula. Tidak dapat dimungiri bahwa kedudukan wanita begitu penting  pada setiap sendi-sendi kehidupan. Kelembutannya tidak membuat wanita diabaikan atau dianggap remeh.

Begitu dimuliakannya wanita dalam Islam, bahkan salah satu nama surah dalam Al-Qur’an adalah An-Nisa’ yang berarti wanita. Bukan hanya itu, Rasulullah Saw. ketika ditanya siapa yang paling berhak dihormati diantara ayah dan ibu, Beliau menjawab “Ibumu” sebanyak tiga kali , kemudian “Ayahmu.”

Masa-masa sebelum hijrah adalah masa yang begitu berat. Jazirah Arab penuh dengan kemaksiatan. Keberadaan Islam yang murni, yang disebarkan Rasulullah Saw telah menjadikan kaum Quraisy terhinakan. Berbagai cara dilakukan kaum Quraisy untuk melenyapkan Islam. Segala tekanan dan ejekan dilemparkan kepada Rasulullah Saw. pada saat itulah Khadijah mendampingi Beliau dengan sabar dan ikhlas. Khadijah adalah wanita pertama yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad Saw, menjadi teladan bagi seluruh wanita.

Asma’ binti Abu Bakar adalah salah seorang muslimah yang membantu Rasulullah dan Abu Bakar Al-Shiddiq ketika bersembunyi di Goa Tsur, dalam melakukan hijrah. Dia adalah ibu  dari sahabat pejuang yang bernama Abdullah ibn Zubair. Kepribadian yang begitu berani menyebabkan As Asma’ma’tidak takut celaan dari orang-orang yang memusuhi Islam. Asma’ juga menyertai Rasulullah Saw dalam perang Yarmuk.

Kisah diatas hanya sebagian dari wanita-wanita yang berperan dalam menegakkan Islam, teladan bagi para muslimah. Serta secara tersirat memberitahu kita tujuan wanita diciptakan dimuka bumi ini. Tujuannya diantaranya:

  1. Membentuk generasi yang berakhlak baik
  2. Mendampingi suami apapun yang terjadi dengan ikhlas dan sabar
  3. Mendidik anak-anaknya
  4. Menempatkan diri pada tempatnya sebagai ibu maupun isteri

Keputrian (نسائية) bersama teh Hani Bio ’09

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 907 other followers

%d bloggers like this: